BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Lampung Barat. Sebanyak enam putra-putri daerah setempat dinyatakan lulus seleksi akhir penerimaan calon taruna (Sipencatar) pola pembibitan pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tahun Akademik 2026/2027.
Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, melepas langsung enam peserta didik sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung dalam audiensi di ruang kerja Wakil Bupati, Kamis (5/11/2026).
Dalam aktivitas tersebut, para calon taruna menghadap Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Perhubungan Lampung Barat, Burlianto Eka Putra, serta perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lampung Barat. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memberikan motivasi dan pesan kepada para peserta sebelum menjalani pendidikan kedinasan.
Dari enam peserta yang dinyatakan lulus seleksi akhir, empat orang hadir langsung dalam audiensi pelepasan bersama Wakil Bupati. Sementara itu, dua peserta lainnya telah lebih dahulu berangkat beberapa hari sebelumnya untuk memulai tahapan pendidikan di Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali.
Keenam peserta tersebut merupakan putra-putri Lampung Barat yang berhasil melewati seleksi penerimaan calon taruna (Sipencatar) pola pembibitan Kementerian Perhubungan. Kelulusan mereka berdasarkan Pengumuman Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan Nomor PG-BPSDMP 10 Tahun 2026 tertanggal 2 November 2026 tentang Hasil Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Calon Taruna Pola Pembibitan Tahun Akademik 2026/2027.
Pada Program Studi D-III Manajemen Transportasi Jalan, seluruh empat formasi yang disediakan untuk Kabupaten Lampung Barat berhasil terisi. Keempat peserta yang dinyatakan lulus yakni Anida Zaskya Ulhaq dari Kecamatan Way Tenong, Azzariana Imamah dari Kecamatan Way Mengaku, Rival Anggara dari Kecamatan Batu Brak, dan Devan Eza Mahendra dari Kecamatan Balik Bukit.
Sementara itu, pada Program Studi D-III Manajemen Logistik, dari tiga formasi yang tersedia hanya dua peserta yang berhasil dinyatakan lulus. Keduanya adalah Fanny Alvina dan Hafizhah Naura yang berasal dari Kecamatan Batu Brak. Adapun satu formasi lainnya tidak terisi karena peserta yang mengikuti seleksi tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Dari enam peserta yang berhasil lolos tersebut, masing-masing mendapatkan skema pembiayaan pendidikan yang berbeda. Sebanyak dua orang memperoleh pembiayaan akademik dan nonakademik, tiga orang mendapatkan pembiayaan akademik, sedangkan satu peserta lainnya menempuh pendidikan melalui jalur biaya mandiri.
Para peserta dijadwalkan menjalani pendidikan selama tiga tahun di Poltrada Bali. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan kembali ke Kabupaten Lampung Barat untuk ditempatkan di lingkungan Dinas Perhubungan sebagai aparatur sipil negara (ASN), sesuai dengan ketentuan pola pembibitan yang diikuti.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Barat, Burlianto Eka Putra, memastikan bahwa program pola pembibitan tersebut memberikan kepastian penempatan bagi peserta setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, para calon taruna yang diberangkatkan diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan mengikuti seluruh tahapan pendidikan hingga selesai.
"Tujuannya untuk melepas, supaya mereka mendapatkan motivasi dalam melaksanakan pendidikan di Bali. Selama tiga tahun menjalani pendidikan, kemudian setelah selesai nanti mereka akan menjadi pegawai di Dinas Perhubungan Lampung Barat," kata Burlianto.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mad Hasnurin juga menyampaikan pesan agar keenam peserta senantiasa bersyukur atas kesempatan yang telah diperoleh. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan melewati seleksi sekolah kedinasan bukanlah hal mudah, mengingat banyaknya peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang turut bersaing untuk mendapatkan kesempatan serupa.
Menurut Mad Hasnurin, kesempatan menempuh pendidikan melalui pola pembibitan Kementerian Perhubungan merupakan peluang besar bagi masa depan para peserta. Terlebih, setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun, mereka akan kembali ke daerah dan langsung mengabdi sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sesuai ketentuan penempatan.
Wabup juga mengingatkan bahwa saat ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Karena itu, kesempatan yang sudah diperoleh harus dijaga dengan sungguh-sungguh, bukan justru disia-siakan dengan aktivitas yang dapat mengganggu proses pendidikan maupun pencapaian prestasi selama berada di bangku kuliah.
"Selama tiga tahun ini fokus belajar. Pesan saya, jangan main-main, harus sungguh-sungguh dalam belajar, karena kesempatan baik ini tidak terulang dua kali. Kenapa harus bersyukur? Karena sekarang ini mencari pekerjaan susah. Setelah selesai pendidikan dan pulang nanti, langsung menjadi pegawai negeri," tegas Mad Hasnurin.
Ia juga meminta para calon taruna untuk memanfaatkan masa pendidikan dengan memperluas pengetahuan dan meningkatkan kemampuan sesuai bidang yang dipelajari. Menurutnya, pengalaman selama menempuh pendidikan di Bali harus menjadi bekal penting agar para peserta mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab ketika nantinya kembali mengabdi di Kabupaten Lampung Barat.
Mad Hasnurin menginginkan keenam peserta dapat menunjukkan prestasi terbaik selama mengikuti pendidikan serta mampu bersaing dengan taruna dari berbagai daerah di Indonesia. Ia juga berpesan agar mereka menjaga kedisiplinan, nama baik keluarga, dan nama baik Kabupaten Lampung Barat selama berada di lingkungan pendidikan.
"Saya harap adik-adik semua bisa berprestasi dan ketika pulang dapat menunjukkan hasil terbaik dari banyaknya saingan di seluruh Indonesia. Pelajarilah pengetahuan seluas-luasnya untuk bekal kalian di hari esok. Mudah-mudahan melalui pendidikan ini kalian berhasil menjadi ASN yang baik, membahagiakan diri sendiri, keluarga, serta mengharumkan nama Kabupaten Lampung Barat," pungkasnya. (*)