Monday, 09 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Dikejar Musim Hujan, Proyek Jalan Provinsi Lampung Sudah 88,67 Persen, 43 Paket Rampung 100 Persen

09 November 2026 02:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 6 kali
Bagikan:
Dikejar Musim Hujan, Proyek Jalan Provinsi Lampung Sudah 88,67 Persen, 43 Paket Rampung 100 Persen
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pengerjaan perbaikan infrastruktur jalan provinsi di Lampung terus dipercepat menjelang musim hujan.

Hingga Oktober 2026, realisasi fisik pekerjaan jalan mencapai 88,67 persen dari total 62 paket agenda yang ditangani Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung.

Kepala Dinas BMBK Lampung M Taufiqullah menyebutkan, sebanyak 43 dari total 62 paket pekerjaan jalan telah memasuki tahap *Provisional Hand Over* (PHO) atau serah terima sementara.

Seluruh paket tersebut telah mencapai progres pekerjaan 100 persen.

Sementara itu, paket lainnya masih dalam tahap pelaksanaan.

Meski demikian, secara keseluruhan progres fisik pekerjaan jalan telah mencapai 88,67 persen.

"Untuk pekerjaan jalan, dari 62 paket, sebanyak 43 paket sudah masuk tahap PHO atau selesai 100 persen. Sisanya masih berjalan. Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai 88,67 persen," ujarnya.

Selain pekerjaan jalan reguler, BMBK juga menangani 18 paket agenda yang bersumber dari dana pinjaman.

Dari jumlah tersebut, dua paket telah rampung, sedangkan sebagian besar lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Taufiqullah menyebut, pelaksanaan proyek-proyek tersebut masih menunjukkan perkembangan positif.

Pihaknya menargetkan sebagian pekerjaan selesai pada November, sedangkan paket lainnya ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Pengerjaan infrastruktur jembatan juga terus berlangsung.

Dari total 24 paket agenda, sebanyak 16 paket telah selesai, sedangkan delapan paket lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Menurutnya, pekerjaan yang belum rampung didominasi pembangunan daerah jembatan baru yang membutuhkan tahapan lebih panjang.

Pasalnya, konstruksi jembatan lama harus dibongkar terlebih dahulu sebelum pembangunan daerah struktur baru dilakukan.

"Untuk jembatan, dari 24 paket, sebanyak 16 sudah selesai. Sisanya masih berproses karena merupakan pembangunan daerah jembatan baru dari awal, sehingga harus dilakukan pembongkaran jembatan lama terlebih dahulu. Progres keseluruhannya sudah 78,61 persen," jelasnya.

Memasuki November, intensitas hujan mulai meningkat sehingga percepatan pekerjaan menjadi perhatian BMBK.

Kondisi cuaca dinilai berpotensi memengaruhi pelaksanaan proyek, terutama pekerjaan konstruksi yang membutuhkan kondisi lapangan tertentu.

Karena itu, Taufiqullah mengaku telah menginstruksikan seluruh kontraktor pelaksana untuk mempercepat pekerjaan di lapangan.

Upaya tersebut dilakukan agar target penyelesaian tidak terganggu perubahan cuaca.

"Kami sudah menginstruksikan kontraktor pelaksana di lapangan untuk segera mempercepat pengerjaan. Kami menyadari musim hujan menjadi kendala tersendiri. Namun, insyaallah progres fisik tetap berjalan sesuai rencana," katanya.

Tak hanya mengejar penyelesaian proyek tahun ini, BMBK juga mulai menyiapkan arah pembangunan daerah infrastruktur untuk 2027.

Meski masih dalam tahap pembahasan, pemerintah provinsi mengharapkan sebagian program strategis yang berjalan pada 2026 dapat dilanjutkan.

Taufiqullah menyebutkan, prioritas pembangunan daerah berikutnya akan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan volume kendaraan pada masing-masing ruas jalan.

Ruas dengan angka Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tinggi menjadi salah satu pertimbangan utama karena memiliki intensitas penggunaan yang besar.

"Program-program yang sudah berjalan pada 2026 kami harapkan bisa dilanjutkan, terutama proyek strategis yang tidak bisa ditunda. Salah satunya jalan-jalan dengan angka LHR cukup tinggi," ungkapnya.

sebagian ruas di Kabupaten Lampung Tengah dan Pringsewu menjadi contoh lokasi yang mendapat perhatian untuk kelanjutan proyek berskala besar.

Kedua wilayah tersebut memiliki ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi.

Meski demikian, pembangunan daerah di wilayah lain juga tetap menjadi perhatian.

Termasuk sebagian ruas jalan di Kabupaten Way Kanan yang diharapkan masuk dalam kesinambungan program pembangunan daerah infrastruktur tahun berikutnya.

Dengan demikian, penyelesaian pekerjaan pada akhir 2026 tidak hanya menjadi target penuntasan proyek berjalan.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari kesinambungan pembangunan daerah jalan dan jembatan provinsi pada 2027. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari