BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
232 calon mahasiswa baru (Maba) pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur SNBP Universitas Lampung (Unila) tidak melaksanakan daftar ulang.
Sekretaris Penerimaan Mahasiswa Baru Unila, M. Komarudin, mengungkapkan dari 2.866 peserta yang dinyatakan lulus SNBP 2026, sebanyak 232 orang tidak melakukan daftar ulang. Sementara 2.634 peserta atau sekitar 92 persen telah menyelesaikan registrasi.
"Yang tidak daftar ulang ada 232 orang. Yang sudah daftar ulang sebanyak 2.634 atau sekitar 92 persen," kata Komarudin, Kamis (2/6/2026).
Komarudin menyampaikan, pada SNBP 2026 ini, Unila mencatat jumlah peminat mencapai 26.957 peserta. Jalur ini merupakan seleksi berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik tanpa tes tertulis.
Sementara untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), jumlah peminat mencapai 40.721 peserta, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 40.475 peserta.
Dari kuota 5.580 kursi yang disediakan, sebanyak 5.407 peserta dinyatakan lulus. Dari jumlah tersebut, 2.209 orang atau sekitar 40,85 persen merupakan calon penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Namun, Komarudin mengaku, hingga kini pihaknya belum dapat mengetahui jumlah peserta SNBT yang tidak melakukan daftar ulang karena proses registrasi masih berlangsung. "SNBT masih progres registrasi dan belum selesai," ujarnya.
Untuk jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat) 2026 juga menunjukkan peningkatan minat. Jumlah pendaftar mencapai 2.942 peserta, naik dari 2.471 peserta pada tahun lalu.
Unila menyediakan kuota 468 kursi pada jalur tersebut, namun hanya 424 peserta yang dinyatakan lulus. Panitia juga mencatat masih terdapat beragam program studi yang belum memenuhi daya tampung, di antaranya Akuntansi PSDKU Way Kanan, Perbankan dan Keuangan PSDKU Lampung Tengah, Bahasa Prancis, Pendidikan Tari, Pendidikan Kimia, Pendidikan Fisika, Fisika, dan Pendidikan Anak Usia Dini.
Untuk tingkat persaingan, Program Studi Kedokteran menjadi yang paling ketat di kelompok saintek dengan 557 peminat dan rasio keketatan 1:28. Disusul Program Studi Gizi dengan rasio 1:25 dan Farmasi 1:20.
Sementara di kelompok soshum, Program Studi Manajemen menjadi yang paling diminati dengan 306 peminat dan rasio keketatan 1:14, diikuti Bisnis Digital dengan rasio 1:16.
Adapun pada jenjang Diploma 3, tingkat persaingan tertinggi terjadi di Program Studi D3 Manajemen Informatika dan D3 Teknik Mesin yang sama-sama memiliki rasio keketatan 1:8.
Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos melalui jalur sebelumnya, Unila masih membuka kesempatan terakhir melalui Seleksi Mandiri Universitas Lampung (SIMANILA) 2026.
"Pendaftaran dibuka hingga 3 Juli 2026 untuk berbagai program studi yang masih tersedia. Jalur ini menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung di Unila pada tahun akademik 2026/2027," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menyampaikan ada 60 ribuan calon mahasiswa baru (maba) yang dinyatakan lulus tapi tidak melakukan proses daftar ulang di perguruan tinggi negeri (PTN).
Ia menyampaikan, jumlah ini sebagai total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN. Baik itu, jalur penerimaan nasional yakni SNBP dan SNBT, maupun mandiri yang digelar PTN.
"Jadi perlu diluruskan pertama, 60 ribu siswa yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Tapi, itu sebenarnya total, total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur di SNPMB 2025," jelasnya usai acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Eduart membeberkan, ada berbagai alasan mengapa hal ini bisa terjadi, di antaranya kendala biaya oleh calon mahasiswa baru (camaba) dan keinginan mereka untuk masuk ke program studi (prodi) impian. Untuk itu, meski lulus di jalur penerimaan sebelumnya, siswa memilih tak daftar ulang.
"Dan itu disebabkan oleh banyak hal. Bukan hanya soal biaya, tetapi juga oleh yang lulus tidak pada pilihannya, lantas dia tetap berusaha pada pilihan satu misalnya, lewat jalur berikutnya itu yang menyebabkan terjadinya posisi itu," ujar Eduart lagi.
Selain itu, pembiayaan atau besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak sesuai juga menjadi penyebab camaba memilih tidak melakukan daftar ulang. Terkait hal ini, Eduart berpandangan bila UKT di kampus ditetapkan secara objektif berdasarkan kondisi dan kemampuan calon mahasiswa.
"Karena penentuan UKT itu berdasarkan profiling daripada data mahasiswa itu sendiri gitu kan. Dan apabila tidak mungkin dengan profiling yang mendapatkan kategori 1, 2, 3, atau 4 akan dikasih (UKT) kategori 7, 8, 9, gak mungkin," jelasnya.
Jika setelah UKT ditetapkan camaba masih keberatan, Eduart memastikan kampus pasti akan membuka ruang. Ia menyebut permintaan keringanan biaya pasti akan dipertimbangkan
"Tapi kalau pun memang penetapannya biasanya misalnya ada keberatan, kita masih membuka ruang untuk mahasiswa misalnya meminta keringanan dan sebagainya. Iya, kasih kesempatan," tegas Eduart yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini.
Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Sabtu, 04 Juli 2026 dengan judul "232 Calon Maba SNBP Unila Tidak Daftar Ulang”