Friday, 06 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Melambat Jadi 5,02 Persen, Produksi Pertanian Tertekan El Nino

06 November 2026 17:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Pertumbuhan Ekonomi Lampung Melambat Jadi 5,02 Persen, Produksi Pertanian Tertekan El Nino
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

2026. Setelah sebelumnya mampu tumbuh 5,29 persen pada triwulan II, pertumbuhan ekonomi Lampung kini turun menjadi 5,02 persen secara tahunan (year on year/yoy). Melemahnya kinerja sektor pertanian akibat penurunan produksi pangan dan pengaruh fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang menahan laju pertumbuhan tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menuturkan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah mengalami perlambatan cukup signifikan. Padahal, sektor tersebut menyumbang 28,17 persen terhadap struktur ekonomi Lampung.

"Sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar terhadap perekonomian Lampung, yakni 28,17 persen, hanya tumbuh 2,05 persen pada Triwulan III 2026," kata Bimo, Kamis (6/11/2026).

Pertumbuhan sektor pertanian tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 2,97 persen. Kondisi ini dipengaruhi berkurangnya produksi padi setelah berakhirnya musim panen gadu, disertai penurunan hasil tanaman hortikultura. Meningkatnya intensitas fenomena El Nino turut memberikan tekanan terhadap aktivitas produksi pertanian di beberapa wilayah.

Meski sektor pertanian melambat, beberapa lapangan usaha lainnya masih menunjukkan kinerja positif. Industri pengolahan tercatat tumbuh 5,63 persen, sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran meningkat 5,78 persen. Kedua sektor tersebut menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Lampung dengan kontribusi masing-masing sebesar 1,04 dan 0,83 poin persentase.

Pertumbuhan yang lebih tinggi juga terlihat pada sektor konstruksi yang meningkat dari 6,57 persen menjadi 7,98 persen. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan 7,97 persen, disusul penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 9,46 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas infrastruktur dan pengembangan, mobilitas masyarakat, dan acara usaha di luar sektor pertanian masih menjadi penopang perekonomian daerah.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap memegang peranan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Lampung. Komponen ini tumbuh 4,87 persen dengan kontribusi sebesar 2,85 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, investasi yang tercermin dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami peningkatan cukup kuat, dari 3,08 persen pada triwulan sebelumnya menjadi 6,08 persen.

Secara regional, pertumbuhan ekonomi Lampung sebesar 5,02 persen masih melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera yang tercatat 4,95 persen. Namun, angka tersebut masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Lampung masih memiliki tantangan untuk mempercepat pertumbuhan, terutama melalui pemulihan sektor-sektor produktif yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Lampung sepanjang 2026 masih berpeluang tumbuh pada kisaran 5,0 hingga 5,6 persen. Kendati demikian, beberapa risiko tetap perlu diantisipasi, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dampak El Nino terhadap produksi pangan, hingga fluktuasi harga komoditas yang dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.

Untuk menjaga pertumbuhan tersebut, BI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ketahanan pangan, serta pengendalian inflasi. Upaya lainnya meliputi pengembangan hilirisasi komoditas unggulan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor, promosi investasi, serta percepatan digitalisasi ekonomi daerah.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya tahan perekonomian Lampung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertanian yang rentan terdampak perubahan iklim. Dengan penguatan sektor produktif dan investasi, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan tetap terjaga hingga akhir 2026.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari