Sunday, 05 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Hari Pertama Pengoperasian New Rajabasa Langsung Penuh 640 Penumpang, KAI Mulai Kaji Kereta Malam

04 July 2026 16:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 6 kali
Bagikan:
‎Hari Pertama Pengoperasian New Rajabasa Langsung Penuh 640 Penumpang, KAI Mulai Kaji Kereta Malam
Foto: newus-bucket.s3.ap-southeast-2.amazonaws.com

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang langsung menuai respons positif setelah mengoperasikan rangkaian New Rajabasa.

Meski menghadirkan kenyamanan yang setara kereta ekonomi premium, serta tarif perjalanan relasi Tanjungkarang–Kertapati tetap dipatok Rp32 ribu, membuat minat masyarakat melonjak.

‎Pada hari pertama pengoperasian, seluruh 640 kursi yang tersedia terisi penuh. Tingginya animo bahkan mendorong KAI mulai mengkaji penambahan perjalanan, termasuk layanan pada malam hari.

‎Manajer Angkutan Fasilitas dan Layanan Penumpang KAI Divre IV Tanjungkarang, Eko Dhodit, menuturkan pembaruan terbesar terdapat pada desain interior gerbong. Jumlah kursi dikurangi dari 32 menjadi 22 kursi per gerbong agar ruang kaki penumpang lebih luas.

‎"Kursi sekarang sudah menggunakan reclining seat, sehingga penumpang bisa mengatur sandaran sesuai kenyamanan. Jarak antarbaris juga jauh lebih lega dibanding sebelumnya," kata Eko, saat launching rangkaian New Rajabasa, Sabtu (4/7/2026).

‎Selain kursi baru, sistem pendingin udara juga diperbarui sehingga membuat suasana di dalam gerbong lebih nyaman selama perjalanan.

‎Meski fasilitas meningkat, KAI memastikan harga tiket tidak berubah karena layanan ini masih mendapatkan subsidi Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah.

‎Lonjakan minat masyarakat juga diikuti banyaknya usulan agar jadwal perjalanan ditambah, terutama untuk keberangkatan malam.

‎"Saat ini kami sedang melakukan survei dan kajian kebutuhan perjalanan malam. Nanti akan ada penyesuaian Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) sesuai kebutuhan pelanggan," ujar Eko.

‎KAI juga mengakui masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan tiket. Untuk itu, calon penumpang diimbau memanfaatkan aplikasi Access by KAI dan memperhatikan jadwal pembukaan pemesanan.

‎Tiket KA Rajabasa sudah bisa dipesan sejak H-45 sebelum keberangkatan, sedangkan KA Stabas dibuka mulai H-7. Di sisi lain, KAI juga tengah mengusulkan penambahan kuota subsidi PSO bagi KA Stabas dan KA Sriwijaya agar kapasitas angkut dapat ditingkatkan.

‎Salah seorang penumpang KAI, Eliana Irawati, mengaku perbedaan gerbong baru langsung terasa dibandingkan rangkaian sebelumnya yang sudah beberapa kali ia gunakan.

‎"Ini pertama kali saya naik gerbong baru. Kursinya lebih empuk, jaraknya lebih lega, jadi perjalanan jauh terasa lebih nyaman," ujarnya.

‎Ia juga menilai gerbong restorasi kini terasa lebih luas, sementara fasilitas seperti colokan listrik tetap tersedia di setiap kursi.

‎Namun, menurut Eliana, tantangan terbesar justru berada pada proses mendapatkan tiket.

‎"Biasanya tiket bisa di-war sejak 45 hari sebelum keberangkatan. Tapi kemarin baru muncul sekitar tiga minggu sebelumnya. Untung masih kebagian," katanya.

Berikut tambahan berita yang dapat disisipkan setelah penjelasan dari KAI:

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menilai pembaruan rangkaian kereta menjadi bukti komitmen pemerintah bersama PT KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin nyaman dan terjangkau.

‎Menurut Bambang, pembaruan tidak hanya dilakukan pada gerbong, tetapi juga fasilitas stasiun serta interior kereta yang kini lebih modern.

‎"Gerbongnya sudah baru, tempat duduknya juga seluruhnya baru. Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah pusat yang didukung Jajaran Pemprov Lampung dan Sumatera Selatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Bambang.

‎Ia menuturkan layanan kereta api di Lampung terus berkembang, mulai dari kereta komuter antar kabupaten hingga perjalanan jarak jauh menuju Baturaja dan Martapura.

Dengan peningkatan fasilitas pada KA Rajabasa, pemerintah mengharapkan minat masyarakat menggunakan transportasi berbasis rel semakin meningkat.

‎"Kami ingin masyarakat kembali senang dan gemar menggunakan kereta api. Mudah-mudahan peningkatan layanan ini terus berlanjut hingga gerbong-gerbong lainnya," ujarnya.

‎Bambang menambahkan keterangan, pemerintah juga mendorong pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatera agar semakin terintegrasi. Bahkan, dalam jangka panjang diharapkan jaringan kereta api Sumatera dapat tersambung hingga Malaysia dan Singapura, serta terhubung dengan Pulau Jawa.

‎"Kereta api kami harapkan menjadi angkutan andalan masyarakat karena pelayanannya semakin baik, tarifnya terjangkau, kecepatannya meningkat, dan ketepatan waktunya sangat baik. Ke depan pengembangan perkeretaapian di Lampung akan terus kami dorong sesuai kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari